Senin, 11 Maret 2013

Beginilah hujanku

terik itu perlahan sirna
mendung memenangkan pergumulannya
mendorong cahaya matahari hingga ia bersembunyi
disekap awan
sementara ia menjadi tawanan, dikalahkan hujan

beginilah hujanku..
tanpa peringatan, tanpa kilatan
suara keroyokan hujan berjatuhan
memandikan semesta
membasuh tanah yang berdahaga
lalu menguap, mengeluarkan aroma

kebisingan tetesan hujan
tak jua mempurnakan kegaduhan kenangan yang mengetuk kerinduan
berusaha menyeretnya dari pelarian ke masa depan

beginilah hujanku..
bagaimana disitu?
apa kau pasrah atau menggerutu?

payungku basah
perlahan aku menengadah, menantang langit yang mulai tampak remang
hujan tak jua menjadi ramah
entahlah apa yang membuatnya begitu marah
memuntahkan berkubik-kubik air yang berjatuhan pasrah

beginilah hujanku..
sama kah langit yang kita tantang?
atau kah kamu hanya sedang terduduk diam
menikmati setiap alunan yang hujan ciptakan?

aku menikmatinya
membuatku tanpa sadar mendendangkan kerinduan
yang entah frekuensinya seirama atau tidak denganmu

biarlah kali ini saja tidak kulawan
tak jua kumuntahkan tangisan
biarlah cukup hujan mewakilkan
mengungkapkan segala perasaan yang rapi tersimpan

hujan, kenangan
bersenandung riang
kerinduan itu lebam dan kedinginan

beginilah hujanku..
apa tak jauh beda denganmu?


Bandung, ditemani gemuruh hujan serta segumpal kerinduan
11 maret 2013

0 komentar:

Posting Komentar