Tampilkan postingan dengan label just share. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label just share. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Januari 2017

2016 versi saya



Tidak terasa berlebihan (buat saya secara pribadi) kalau 2016 saya anggap sebagai tahun terberat di hidup saya. Tahun dimana saya merasa sangat sendirian, terpuruk dan berusaha sangat keras untuk tetap waras ;)))))

Semua diawali dengan kepergian lelaki yang sangat amat saya cintai sepenuh hati saya di penghujung tahun 2015, Papah.

Papah ‘pergi’ untuk selamanya sekitar jam 11.00 WIB hari Rabu, 16 Desember 2015 di Surabaya tanpa saya ada disamping beliau. Anak perempuan kebanggaan Papahnya ini sebulan sebelumnya baru saja ditugaskan di Gorontalo. Saya ingat sekali betapa terpukulnya beliau saat saya mengabarkan tentang penempatan saya, beliau menolak bicara dengan saya lagi di telepon saat itu. Saya paham. Betapa saya pun rasanya ingin menentang takdir dan meminta Allah memahami betapa saya sangat ingin menemani Papah yang kondisinya kian hari kian memburuk. Tapi saya siapa sih? Saya cuma manusia, banyak dosa pula, ya tugas saya hanya menerima dan wajib meyakini bahwa takdir Allah selalu baik adanya.

Jadi semenjak Papah ‘pergi’ dimulailah hari-hari terkelam dalam hidup saya. Bayangkanlah, si putri kalimantan anak perantau yang nggak punya siapa-siapa di Gorontalo ini harus menghadapi bulan-bulan awal kehilangan papah sendirian, jauh dari keluarga.

Bulan pertama saya harus kebal hati menerima segala ucapan duka cita soal Papah dan pertanyaan “Papah meninggal kenapa?” Rasanya saya mau buat video dan upload ke YouTube, jadi yang pada nanya saya kasih linknya aja buat nonton hahaha. Mereka nggak paham kali yak, setiap mereka nanya saya mati-matian nahan nangis. Tapi ya segala pertanyaan dn ucapan itu saya anggap perhatian dan doa saja. Alhamdulillah daripada didiemin kan ya hahaha

Kerjaan saya tuh ya 3 bulan pertama: bangun pagi mata sembab - ngantor sok happy - fokus gilagilaan sama pekerjaan - pulang malam banget – mandi sambil ngelamun - nangis2 pas solat – ngelamun - lihat foto Papah - nangis sampai ketiduran - kebangun sekitar jam 1 an malam - nangis lagi sampai subuh – ketiduran -  REPEAT!

Itu belum lagi ditambah adegan nangis di ruangan pas dikantor, nangis di musholla kantor pas solat atau mewek diam-diam di kamar mandi kantor. Lalu saya sering banget skip makan, pernah malah 2-3 hari nggak makan. Hobi saya: nangis nangis nangis. Belum lagi kalau bangun pagi suka kebingungan gimana nutupin mata sembab hahaha

Duh berat deh.

Saya benar-benar merasa sendiri saat itu. Saya dikenal sangat mandiri di keluarga, itulah mungkin alasannya nggak pernah ada yang sibuk tanya kabar saya setelah saya kembali ke Gorontalo. Saat dikantor saya harus professional, saya sadar diri saya orang baru, first impression itu penting. Saya nggak mungkin dong menunjukkan muka sembab, bermuram durja kepada orang-orang yang belum ada 1 bulan mengenal saya. Di sisi lain lain saya juga terus memantau keadaan Mami dan saudara saya di rumah. Saya sebegini hancurnya tapi saya nggak mau mereka merasakan hal yang sama. Terakhir sebelum Papah nggak bias bicara lagi beliau bilang bahwa saya harus menjadi contoh buat Adek saya dan menjaga Mami. Itu nggak akan pernah saya lupa. Nggak akan.

Bulan ke 4 itu puncak stress saya kayaknya. Ada beberapa kejadian yang buat saya semakin terpukul. Sehari sebelum ulang tahun saya yang ke-25 saya sempat ke makam Papah di Solo, sendirian,  saking nggak tahan lagi menanggung (apa yang saya anggap) beban. Pagi dan sore saya kesana, juga besok paginya sebelum ke bandara. Disana cuma berdoa sambil nangis tersedu-sedu, diliatin ibu-ibu pembersih makam dan driver taksi hahaha. Akhirnya si sopir taksi ikut berdoa disamping saya sambil bilang semoga anak perempuannya juga sebegitunya menyayangi dia seperti saya ke Papah saya :’)

Sesampainya saya di Gorontalo saya malah sakit, tapi tetap nekad ngantor, nggak bilang siapa-siapa padahal tiap malam demam dan muntah tiap hari. Asli sok kuat! Saya juga sebel kalo inget saya yang begitu hahaha

Dan pada akhirnya ketahuan orang-orang kantor. Duh bukan cuma beberapa orang kantor yang baiknya kebangetan ke saya tapi juga orang tua mereka. Saya dirawat pas sakit kayak anak sendiri. Pengen nangis. Saya benci merepotkan orang. Paling nggak mau bikin orang lain susah karena saya. Rasanya terlalu drama. Tapi gimana saya memang butuh bantuan orang saat itu. Saya dipaksa opname, padahal saya masih trauma sama rumah sakit. Sakit tipus, maag, luka lambung jadi satu. Sebulan saya hanya makan bubur dan telur rebus. Ya Tuhannnn betapa saya sampai sekarang nggak mau lihat makanan itu hahaha

Dari peristiwa drama saya sakit itu, saya bertekad untuk lebih kuat dan mengurangi memikirkan hal-hal nggak penting yang bikin tambah stress. Saya banyakin explore tempat wisatanya Gorontalo bersama sahabat2 saya yang terasa seperti keluarga (cek IG aprilsherly buat lihat foto-foto piknik saya :p wkwkwk). Dari sini juga saya mulai menenangkan diri dan menimbang-nimbang banyak hal penting untuk masa depan saya. Apapun yang terjadi dan kemana saya melangkah, kebahagiaan Mami adalah salah satu hal yang nggak mau luput saya perhitungkan.

Saat menulis ini, saya belum bisa bilang saya 100% ‘pulih’ tapi yang saya tahu saya tidak seterpuruk setahun lalu. Kehilangan Papah membuat saya membuka mata untuk banyak hal yang seharusnya saya syukuri, sekecil apapun itu.

Setahun lalu adalah tentang kehilangan, merelakan, menemukan dan memantapkan.

Setidaknya sekarang saya tahu siapa dari mereka yang bersedia ada tanpa saya minta. Saya juga telah menemukan seseorang yang memberikan definisi lain dari ‘rumah’. Nyaman, hangat dan tempat saya kembali sejauh apapun saya melangkah. Bersamanya memang tidak selalu menyelesaikan masalah yang dihadapi tetapi membuat beban begitu terasa ringan dan yakin semua bisa terlewati. InshaAllah :)

2016.
Dibuka dengan luka,
ditutup dengan doa dan syukur yang tiada putusnya.

Minggu, 14 September 2014

Sepotong cerita tentang si Tough and Struggle :p

Fuhhhh fuhh fuh! *tiuptiup debu*
Tiga bulan gue menghilang dari dunia per-blog-an haha
Bukan karena ga ada yang bisa ditulis, justru karena buanyaaakkk gue jadi sulit merangkumnya jadi satu kesatuan cerita :))

Hmm..dua hari lagi di 16 September, itu adalah hari dimana gue tepat satu tahun memasuki dunia kerja (yaa blm bisa dibilang kerja sih karena masih pendidikan satu tahun haha :p)
Benar2 ga kerasa. Meninggalkan dunia kuliah..
-berlega ria karena tugas akhir sudah berlalu
-nyaris nangis di perpus krn frustasi sama judul TA
-nongkrong di kantin berjam2
-ngungsi di lab
-rapat kepanitiaan smpe larut malam
-ke kampus setengah 7 pagi buat ngajar praktikum pdhl malamnya hbs nonton midnight :))
-berbalut seragam putih biru khas IT Telkom~
And many more..
Rasanyaaa baruuuuu bgt kemarin2 terjadi. Dan ga akan pernah gue lupa. 
Kangen iya, hasrat mau kembali kadang ada. But life must go on, right? :)

Dua tahun kebelakang sampai hari ini adalah tahun2 yang bakal sulit untuk gue lupakan. Benar2 membentuk pribadi baru di diri gue. Belajar memanage emosi, memotivasi diri, mengendalikan keinginan, mendengarkan walau sesungguhnya juga butuh didengarkan, bertanggung jawab sama apa yg dijalani, belajar lebih tough dn struggle.
Intinya gue belajar banyak. Banyaaakkk bgt. Termasuk dari dunia kerja ini.
Bersyukur bisa berada disini. Walau kadang kalo memikirkan tahun2 kedepan bisa seketika menimbulkan kegalauan sebagai seorang perempuan hahaha
Disini sebenarnya gue seperti mengevaluasi apa2 yg sudah gue pelajari di tahun2 yang sdh terlewat (bukan soal perbankan atau materi pelajaran ya haha). 
Benar2 gue harus belajar memotivasi diri dan percaya sama kemampuan gue lalu belajar beradaptasi secara cepat dgn orang2 maupun hal2 baru. This is a real challenge for me!
Stres jelas, pusing ga usah ditanya deh haha
Seorang sarjana teknik informatika yg biasanya berjuang mencari bug program, sekarang harus berjuang mem-balance kan neraca dan laporan laba rugi!
Hah! Hidupppppppp gueeee! Hahaha
Tapi justru itu tantangannya. Disini kemampuan memotivasi diri diperlukan, gimana kita manage stres dan emosi. Benar2 itu lebih menghabiskan tenaga daripada belajar perbankannya haha

Dan pada akhirnya gue selalu berusaha untuk menertawakan segala kecemasan gue, ini nggak sesulit pikiran gue kok, pasti terlewati. Sama halnya kayak gue anak SMA IPA yg tadinya hbs tes kedokteran tiba2 dijorokin masuk Informatika haha
Motherboard, PC, CPU, bus, router dll
Semuanya kayak bahasa planet buat gue, bikin berkunang2 haha
But just see what happen now?
I make it!
Gue melewati segala hal yang buat gue nangis2 di awal dan selalu buat gue berpikir "gue salah jurusan" haha

Dan kalo dipikirrrrrr itu sama kyak sekarang kan?
Gue masuk dunia perbankan yg jauhhhhh pisan dari dunia perkuliahan gue
Tapiii bukan berarti gue harus meratapi dan menyesali kan?
Karena percayalah segala sesuatu itu sudah ada path nya. Allah nggak akan pernah salah menempatkan kita pada suatu posisi tanpa maksud dan tujuan yang pasti :)

Jadi kalian diluar sana yang posisinya sama seperti gue dan lagi berjuang abis2an menaklukan segala tantangan dan permasalahan.
Stay tough and struggle! \m/


Salam kompersa!,


Aprillia Sherly Kusuma Wardhani

Kamis, 05 Juni 2014

Can't Hold

Sesak. 

Menahan segala desakan masalah terlalu lama selalu begini akibatnya. Mungkin hal ini bukan pemicunya tapi jelas menjadi titik akumulasi dari sekumpulan kesesakan ini.

Masih jam setengah 12 siang, dikantor.  Alhamdulillah adzan dzuhur berkumandang.
Kutunaikan solat sebagai salah satu cara 'berbicara' padaNya. Di penghujung solat kutundukkan kepala begitu dalam, seolah dalam 'pelukan'. Aku menangis. Entah mukena siapa yang kubasahi ini, mana bisa lagi aku perduli.

Apa yang aku minta? Tak ada.
Apa lagi yang aku panjatkan? Bukan itu yang aku lakukan.

Menangis. Hanya menangis.
Sesegukan tanpa isakan.

Begini lebih baik. Sendiri lebih baik. 
Menyimpan rapat-rapat lalu membasahi sajadah.

Selasa, 22 April 2014

Ayah Ibu

terima kasih Allah sudah pernah diperkenalkan dengan orang tua luar biasa seperti mereka
terima kasih sudah diberi kesempatan untuk mendapat limpahan kasih sayang mereka
terima kasih telah memenuhi segala perhatian yang tidak pernah didapatkan
terima kasih untuk segala harapan yang jadi motivasi dalam melangkah
terima kasih untuk nasehat yang membuat hidup lebih terarah
terima kasih untuk doa-doa yang tidak terhitung banyaknya
terima kasih untuk kerelaan menyebut nama Sherly di penghujung sholat kalian

terima kasih Ayah Ibu..
bagaimana bisa lupa dengan manusia setulus kalian
selamanya sayang dan hormat ini nggak akan berubah, apapun yang terjadi dan bagaimanapun keadaannya..

"hari ini ulang tahun kan? Ayah sudah beli kue dan baca doa untuk sherly tadi pagi"
"kalo sholat lima waktunya udah bagus, jangan lupa belajar laksanain sholat dhuha nya"
"Ayah Ibu kangen, semoga kuliahnya lancar dan cepat selesai"
"anak Ayah Ibu yang di bandung, ayo bangun sahur"
"Ayah Ibu sayang sama sherly, udah seperti anak sendiri. Semoga sehat selalu ya"

Terima Kasih Ayah Ibu.

Senin, 21 April 2014

Not only getting older but also getting better: Happy 23!

Hey guys thank you so much.
For all surprises for me and of course for your sweetest conspiration guys :)
I'm soooooo happy.
Glad to know all of you and so grateful because we still keep and touch until this day.
Five year and more next year again, i hope we'll still on this friendship :)
Once again, thank you so much.
Really made my day guys ❤
Thank you so much for Rudy, Bonbon dan Hapi yg diam2 datang ke Surabaya :D


Be grateful for this birthday.
Thank you for all surprise, utterance, present, photo editing and very important thing is prayer from all of you guys.
Nice to know that some people  are still and always care with me.
I hope same things that you pray for me :)
Welcome 23. Not only getting older but also getting better :)

Selamat datang 23 tahun, Selamat datang Hipertiroid

Karena sekarang sudah lebih tenang, aku mau menceritakan sesuatu :)
Sebenarnya sudah dua minggu di bulan april ini aku merasa tidak enak badan, sempat sakit jg dan kedokter umum lalu diberi obat lambung padahal sudah lama aku merasa tidak sakit maag walau aku punya maag semenjak SMA.
Kamis malam tanggal 17 April, aku merasa lemas dan perasaanku tidak enak. Secara spontan aku memutuskan ke dokter spesialis penyakit dalam yg infonya aku dapat dari seorang teman.
Sesampainya di dokter aku mengeluhkan keadaanku selama dua minggu ini yaitu:
1. Tremor-tangan bergetar
2. Badan terasa lemas
3. Melakukan aktivitas biasa misal menyapu kamar kos mudah merasa capek lalu napas ngos2an
4. Detak jantung cepat sperti orang hbs berlari
5. Sering kegerahan lalu berkeringat banyak

Lalu dokter memeriksa detak jantung dan tremor (getaran di tangan). Setelah itu beliau mendiagonsa bahwa aku terkena HIPERTIROID atau basedhof atau gondok dalam. Nama penyakit yg belum pernah aku dengar sebelumnya. Dokter bilang penyakit ini bisa sembuh namun harus konsumsi obat dalam jangka waktu panjang.
Obat yg diberikan oleh dokter ada dua yaitu propranolol (obat untuk menekan pacu jantung yg terlalu cepat) dan thyrozol 10mg (obat utk mengatur hormon tiroid). Masing2 diminum 2 kali sehari sehabis makan.
Efek samping penyakit ini adalah yg paling parah hipertensi dan gagal jantung. 
Sehabis pemeriksaan dokter memintaku untuk tes darah di hari sabtu untuk memastikan kadar T3 dan T4 ku.
Aku yg masih kaget dgn vonis dokter sesampainya dikos lalu googling utk mencari info lbh jauh ttg hipertiroid. Berikut informasi yg aku dapatkan:
-Tiroid adalah kelenjar yang terdapat pada bagian leher depan, menempel pada trakea di bawah laring. Kelenjar ini menghasilkan hormon triiodotironin (T3) dan tiroksin (T4).
-Hipertiroid adalah suatu kondisi dimana suatu kelenjar tiroid yang terlalu aktif menghasilkan suatu jumlah yang berlebihan dari hormon-hormon tiroid yang beredar dalam darah.
-Beberapa penyebab-penyebab umum dari hipertiroid termasuk:
1. Penyakit Graves
2. Functioning adenoma ("hot nodule") dan Toxic Multinodular Goiter (TMNG)
3. Pemasukkan yang berlebihan dari hormon-hormo tiroid
4. Pengeluaran yang abnormal dari TSH
5. Tiroiditis (peradangan kelenjar tiroid)
6. Pemasukkan yodium yang berlebihan
-Pada umumnya, gejala-gejala menjadi lebih jelas ketika derajat hipertiroid meningkat. Gejala-gejala biasanya berkaitan dengan suatu peningkatan kecepatan metabolisme tubuh.
Gejala-gejala umum termasuk:
1. Keringat berlebihan
2. Ketidaktoleranan panas
3. Pergerakan-pergerakan usus besar yang meningkat, cepat lapar
4. Gemetaran/ tremor
5. Kegelisahan; agitasi
6. Denyut jantung yang cepat
7. Kehilangan berat badan
8. Kelelahan
9. Konsentrasi yang berkurang
10. Aliran menstrual yang tidak teratur dan sedikit

Disadur dari totalkesehatananda.com

Dari apa yang aku baca, penyakit ini bisa disembuhkan tergantung dari keteraturan pasien meminum obat dan ada beberapa kasus yg kambuh hipertiroidnya setelah sembuh beberapa tahun. Intinya pola makan dn pola hidup harus diubah setelah menderita penyakit ini.

Sabtu pagi aku melakukan cek darah. Lalu diminta sore hari utk mengambil hasil dan mendapat penjelasan dokter. Dari hasil cek darah aku positif menderita hipertiroid krn kadar T3 dan T4 melampaui normal yaitu:
-T3 : hasil 4,74 dengan nilai rujukan (normal) 0,8-2,0
-T4 : hasil 24,20 dengan nilai rujukan (normal) 5,1-14,1

Dengan hasil yang seperti ini aku diminta dokter mengkonsumsi obat secara teratur dan dilarang keras minum kopi agar detak jantung terjaga.
Sebulan sekali aku harus rutin check up kedokter dan menebus obat.
Semoga penyakit ini cepat berlalu. Ujian baru di umur yg baru saja menginjak 23 tahun di tanggal 14 april kemarin.
Tapi ga papa semoga ini cara Allah utk mengajarkan kan aku sesuatu. 
La takhaf Wa La Tahzan Innallaha Ma'ana :)

Minggu, 09 Maret 2014

Dari seorang sahabat

Pagi ini bangun dgn tertegun baca kata2 dr seorang sahabat yg begitu menahami tanpa saya harus banyak berkata.

"Gue udah lama mau ngomong. Khawatir sama lo. Bukan apa2 dua tahun ini gue lihat2 lo luarnya msh sama sih seperti sherly yg dlu tapi dalemnya kerasa ada hal yg berubah, gue berasa lo 'mati'
Lo hectic sama hidup lo. Lo mati2an fokus sama kuliah, karier dan keluarga lo. Yg menurut gue (maaf) sekedar jd pengalihan lo.
Selain dr pengamatan gue, gue kadang2 jd mikir dr cerita lo
Disaat orang lain seneng parah keterima kerja, lo lempeng aja. Seneng tp ya sekedarnya.
Disaat lo cerita temen2 lo mati2an berdoa supaya ga OJT di pedalaman, lo lempeng pasrah kayak ga mikir apa2. Gitu juga pas diumumin OJT di surabaya, yg lain girang parah, lo senyum2 aja. Entah deh gue ngerasa lo sekedarnya. Hidup kayak ga hidup.. :(
Belum lagi cerita lo soal beberapa orang yg berusaha masuk hidup lo.
Ada beberapa yg buat lo antusias. Tp gue tau itu bukan lo saat lo bener2 jatuh cinta. Lo lebay superrrr kalo udh sayang orang. Lo orang ter-care yang gue tau.
Maaf tp gue ngeliat lo 'kosong' dan 'mati'.
Ga papa kalo lo pasrah dn ikhlas. Tp jgn jd lempeng tak bekspresi lepas juga :(
Gue berdoa semoga lo segera menemukan jalan dan seseorang yg bisa buat lo hidup lagi. Gue ngeri ngeliat lo begini. Khawatir bgt.
Lo perempuan terkuat yg gue kenal.
Krn itu kadang2 gue khawatir utk beberapa hal yg ga pernah bisa lo katakan apalagi lo ceritakan..
Cepat 'hidup' dan 'lepas' lg ya :)
Take care"

Gue nangis pas bacanya.
Semua yg dia bilang mendekati apa yg gue rasakan, yg ga pernah sanggup gue katakan..

Senin, 03 Februari 2014

Adakah yang Lebih Nyata dari Sebuah Kita?

Selamat sore sayang,

Semoga sayang kan tetap berada linimasa hari, berbahagia untuk semburat jingga di pelupuk langit senja. Sayang, aku merindumu. Kau tahu bukan? Surat ini kukirimkan untukmu seperti janjiku pada diri sendiri, setiap ganjil hari. Biarkan rindu yang menggenapi jeda diantaranya. Aku harap pun surat ini menjadi jawaban atas getirmu pada setiap malam.
Sayang, berhentilah tertawa jika hatimu yang kudapati sedang menangis di pojok ruang. Aku mengerti bagaimana kau menutupi pori per pori kesedihan yang berulang, dengan candaanmu yang menjulang. Tidak banyak yang bisa kubuktikan, bahwa kaulah satu-satunya lelaki yang kusayang. Tetapi, percayalah. Jika semesta kan selalu berputar pada porosnya, mengikuti hukum alam. Ikutilah alurnya hingga berporos pada sebuah kita. Percayalah, ada sebuah kita di sana!
Betapa aku mengerti kekhawatiranmu untuk sebuah kita. Meskipun waktu bukan menjadi pegangan kita, namun waktu pula yang terkadang mengganggu bahagia yang kita coba rangkai setiap harinya. Betapa kita saling mengerti bahwa kita telah lama mengenal jauh-jauh hari sebelum hari pertama pertemuan kita. Menyayangimu, seperti menyayangi orang yang telah lama kukenal. Nampaknya semesta mengkontradiksi atas kepercayaan kita untuk sebuah doa-doa; yang telah lama tak lagi kita percaya. Semesta mempertemukan kita sebagai dua anak manusia yang (pernah) tak lagi percaya akan cinta. Jawaban untuk setiap tanya masing-masing diri, ternyata saling mengenapi di senyum masing-masing bibir. Ah, sayang. Bagiku pertemuan kita bukanlah sebuah misteri, ini hanyalah sebuah suratan takdir di mana cinta memang harus berpulang pada masing-masing tuan. Dan sebuah kita, adalah rumah bagi masing-masing cinta.
Sayang, hapus sudah semua rinai hujan di pinggiran hati. Hatimu terlalu basah untuk kupijak. Bagaimana aku menari di dalamnya?
Hati-hati yang telah usang, tak mungkin layak untuk kembali bercinta. Tak usah hiraukan mereka yang datang diantara rintik-rintik hujan pada parkiran temaram sebuah malam penuh kenangan. mereka telah mati sayang. Datanglah ke pemakaman; di mana hati-hati yang telah membusuk kukuburkan. Seperti hukum alam rimba. Siapa yang terkuat, ia lah yang menang. Dan kau tahu persis, betapa mereka telah lama mati jauh-jauh hari sebelum pertautan cinta bertakdir atas nama sebuah kita.
Sayang, bukankah kita sama-sama kembali pada titik nol? Titik awal dari sebuah kebahagiaan; yang pernah jauh-jauh kita dustakan. Seperti seorang bayi yang terlahir suci. Sebuah kita adalah reinkarnasi sebuah kehidupan sakral yang menjadi penentu masa depan. Sadarkah kau sayang, betapa langkah kecil yang kita buat sekarang kan berpengaruh besar untuk masa yang akan datang?
Kau adalah sebuah kini yang ku tanam dengan hati-hati agar berbuah manis akan sebuah masa depan. Pupuk bernamakan cinta selalu kutabur tiap detiknya pada ladang sebuah kita, kuberikan air kehidupan bernama rindu agar tiada tandus berani menghampirinya. Dan aku percayakan matahari sebagai Tuhan untuk membiarkan ladang ini bersemi tiap musimnya. Tak perduli musim apa, bagiku ladangku ladang yang kuat. Tak kan mengenal layu dalam sebuah musim.
Sayang, aku bukanlah wanita yang bodoh mengorbankan sebuah masa depan untuk sebuah masa lalu; yang kutahu telah lama mati di pemakaman sebuah desa bernama kenangan. Aku tak kan membiarkan diri terhanyut jika tak berhilir padamu. Bukan pula wanita bodoh yang percaya akan sebuah bayang-bayang maya di belakang, jika nyata kutemukan tepat pada kedua bola matamu. Tepat di depanku. Aku melihatmu sebagai satu-satunya rumah yang kupercaya, untuk ku titipkan kebahagiaan pada masing-masing ruang. Dimana aku melihat sebuah kitapada beranda belakang rumah. Aku percaya, jika perlahan kuisi rumah itu, menikmati sore di beranda belakang rumah dengan segelas teh di tangan dan punggungku di pelukanmu, tak kan lagi sebuah mimpi belaka. Sebuah kita, sebuah masa depan yang nyata.
Sayang, jagalah dirimu baik-baik disana. Bosankah kau kuperingatkan, untuk menjaga investasi kebahagiaan masa depanku baik-baik? Aku tak kan pernah bosan mengingatan kau untuk menjaga rumah itu baik-baik. Tak usah lagi getir jadi buah bibir dalam permainan pikiranmu di halaman depan. Kau adalah tuan untuk hati yang kupunya. Sebuah masa depan yang nyata. Biarkan kau dan aku menjadi pondasi yang kuat untuk rumah sebuah kita, di masa depan. Jangan pernah biarkan hujan membawa masuk kenangan pada sudut-sudut jendela. Kunci rapat-rapat setiap sela yang mungkin menjadi lorong bagi parasit-parasit yang mencoba menghancurkan rumah sebuah kita.
Jika ragu masih menghiasi sudut-sudut ruang, tanyalah pada masing-masing diri, adakah yang lebih nyata dari sebuah kita?
Tertanda,
Wanita Sore.
By: @iitsibarani_

Senin, 30 Desember 2013

Penghujung 2013

Desember sudah mau berakhir. Terakhir 3 bulan yg lalu saya menulis disini.
3 bulan. Mungkin terdengar singkat. Tapi begitu banyak perubahan dan adaptasi yg mesti saya lakukan dlm kurun waktu itu.
Yup i have a new chapter in my life now :)
Saya mulai menapaki dunia kerja. Dunia yang hectic. Dunia ttg pressure, conflict and passion. 
Bersyukur dua tahun ini saya berhasil mengolah emosi saya dengan sangat baik. Target-target terpenuhi dan tepat sesuai deadline.
17 juni 2013 saya daftar sidang :)
10 juli 2013 saya sidang TA :)
19 juli 2013 resmi menerima gelar ST :)
16 september 2013 sign contract kerja :)
30 november 2013 saya wisuda :)
Alhamdulillah..

See? 
Betapa baiknya rencana Allah buat saya.
Betapa Dia tidak pernah meninggalkan saya dan membuat saya tetap menoleh kepadaNya dibalik segala keterpurukan saya.
Betapa luar biasanya karena Dia menghadirkan keluarga dan sahabat yang baik secara langsung maupun tdk langsung menjadi penguat bagi saya.
I lost my way and He guide me..

Dua tahun belakangan begitu berarti buat saya.
Saya kehilangan banyak hal. Begitu banyak yang berarti saya relakan pergi. Saya belajar untuk mengikhlaskan hati, menekan ego dan mengesampingkan keinginan pribadi.
Belum lagi masalah lain yang datang bertubi-tubi, yang membuat saya harus rela orang lain tak perduli keadaan saya yang 'sekarat' dan saya pun wajib kuat plus waras agar masih ada yg bisa berpikir jernih.
Luar biasa beratnya.
Luar biasa juga amanahnya.
Saya sempat marah pada Tuhan.
Saya sempat menangis meraung sendiri disetiap malam.
Tapi dari semua itu satu yg saya sadari, saya ga dapat apa-apa kecuali muka sembab dan mata bengkak di keesokan hari :)

Saya mulai mencari tempat mengadu. Rasanya kosong, sedih dan lemah. Saya hilang arah.
Lalu entah bagaimana permulaannya, saya mulai kembali padaNya. Tidak langsung memang. Tapi saya ingat malam dimana saya mulai membuat list tentang hal-hal, cita-cita, keinginan dan mimpi saya yang tertunda atau yang sdh lama ingin saya lakukan tapi belum sempat dilaksanakan atau pernah saya relakan untuk tidak dilakukan. Selanjutnya list itu saya eliminasi lagi berdasarkan waktu dan kondisi mana yang masih mungkin bisa saya lakukan dan mana yang tidak. Saya ingin menyibukkan diri dan menemukan passion saya lagi. Saya tidak ingin mensia-siakan kehilangan yang sudah saya alami..

Dan begitulah Allah pelan-pelan mengganti kehilangan saya itu dengan tercapainya target-target yang saya buat :)

But try to be honest, i'm still a human. Sometimes i feel so weak, tired and broken.
I still feel something missing from me.
And it's still hurt me so bad..really.

Satu yang selalu saya ingat bahwa saya itu kuat lebih dari yang saya tahu dan semua ini hanya masalah waktu.
Saya terima jika Allah masih meminta saya untuk belajar :)

Terima kasih Allah untuk dua tahun sulit yang saya lewati ini.
Terima kasih karena menunjukkan pada saya bahwa banyak hal yang masih dan selalu dapat saya syukuri ditengah-tengah rasa sakit dan sedih ini.
Terima kasih untuk segala masalah yang telah mendewasakan.
Terima kasih untuk pertemuan dengan mereka yang membentuk diri saya seperti sekarang ini.
Terima kasih telah menunjukkan jalan yang selalu mengarah kepadaMu ya Allah..

Selamat datang 2014
Saya siap menjadi pribadi yg lbh kuat dan sukes untuk menaklukanmu.
Bismillah :)



Kamis, 12 September 2013

Kata Kamu

Komitmen itu bukan undang-undang yang dari tahun ke tahun selalu direvisi.lni tentang janji, tentang keyakinan, tentang nyali, tentang keberanian, tentang memanusiakan diri dihadapan orang lain. Menyerah terhadap hal yang terlalu naif dan membodohi sumpah dari lidah yang sama adalah sikap menobatkan diri sebagai pecundang dimata dunia yang seharunya ada ditangan mu,ditangan kita. Tenggelam dan mengkitabsucikan kata bijaksana dari mereka yang melalui masalah yang sama dan kuantitas yang sama adalah merapuhkan keyakinan,nyaris meniadakan fungsi Sang Pencipta.
Sampai akhinya satu diantara kita menyerah, dan itu bukan SAYA.



iya baiklah :)
kenapa harus ada yang menyerah?
saya lebih memilih berdoa agar kita sama2 kuat.

Senin, 22 Juli 2013

Up and Down

Up and down. Naik dan turun. Nggak stabil. Ya kayak gitu hidup gue setahun belakangan ini. Tentu aja capek, muak, bosan. Karena naik turun grafik hidup gue sebabnya selalu sama. Mungkin ada orang-orang yang bakal nyinyir atau tersenyum sinis saat membaca post blog gue kali ini. Alasan yang dangkal, mungkin itu pikiran mereka. Tapi sebenarnya kalian nggak akan benar-benar tahu rasanya sesuatu dengan TEPAT kalau kalian belum mengalaminya. Nggak ada cerita hidup orang yang bisa dibandingin berat ringannya. Nggak ada bobot cerita hidup orang yang benar-benar sama. Banyak faktor yang harus dilihat. Karena itu satu metode nggak bisa selalu diterapkan dalam banyak kasus. Karena itu kita perlu menganalisa. Selain itu nggak ada satu orangpun yang bisa dengan tepat dan jelas menyampaikan sesuatu yang benar-benar berarti dan berpengaruh banyak dalam hidup mereka. Biasanya mereka memilih diam atau ingin berbicara tapi biasanya malah kehilangan kata-kata. Banyak sebenarnya yang mau disampaikan. Disini, di dada pasti penuh rasanya. Tapi mungkin terlalu kompleks untuk dimuntahkan dalam kata dan rangkaian kalimat. Kadang malah rasanya hampir nggak sanggup untuk menulis atau mengatakannya. Karena nggak simple, ngomongin perasaan terdalam itu kayak ngoyak kulit pakai pisau, sakit perih, campur jadi satu. Jadi daripada 'berdarah' lagi 'diluar', mereka lebih memilih untuk 'pendarahan di dalam'. 
Sampai disini masih ada yang mau bilang kalau post gue ini cengeng? lemah?. Kalian belum pernah mengalaminya ya? Baguslah. Semoga kalian tidak akan pernah merasa begini :)

Sama. Penyebab gue nulis ini post masih sama. Kalau ada yang baca post-post gue sebelumnya pasti tahu alasan gue bertema apa. Mungkin ada yang mikir gue lebay. Mungkin ada yang bosan. Mungkin ada yang dalem hati bilang "aduh ini anak curhat mulu, galau"
Gue bodo amat dibilang curhat. Tapi kalau dibilang galau? Please, ini tuh BUKAN PERASAAN SEDERHANA dengan ISTILAH SERENDAH ITU.
Please respect this feelings. You don't know what i get through until this day :)

Jangan kira selama ini gue usahanya cuma curhat di blog atau kadang-kadang nulisin sebaris kalimat yang cenderung sedih di twitter. Gue mengupayakan segala cara. Pikiran gue di satu sisi sama kayak pikiran kalian. Gue bosan. Gue muak. Kalau bisa diukur kadar muak dan bosan gue mungkin lebih besar dari kalian. Karena gue pelakunya, karena gue yang melaluinya dan karena gue yang usaha. Gue yang ngalamin namanya grafik naik turun. Gue yg mati-matian supaya passion, semangat dan kebahagiaan gue stabil. Gue yang selama ini usaha untuk tetap optimis dan menipis segala pikiran pesimis. Gue yang sampai detik ini belajar buat ikhlas, belajar buat mahamin dan nerima ini semua sebagai pelajaran dari Allah. Gue yang berusaha membanting segala kesedihan dengan berlari mengejar tujuan, berlari berkali-kali lipat lebih cepat daripada sebelumnya. Gue jadi orang yang mencari-cari kesibukan. Gue yang semenjak setahun belakangan berusaha nge-list segala impian dan tujuan gue yang tertunda. Gue bikin rencana kejar itu semua. Gue berusaha menggapai itu semua setepat-tepatnya deadline yang gue tetapkan. Semata-mata biar segala masalah itu nggak mendominasi, nggak memporak-porandakan pikiran ini, nggak hilangin konsentrasi.
Gue mencari lagi jati diri, mengevaluasi. Gue mendekatkan diri ke Allah. Karena rasanya hampa, rasanya kayak hilang arah. Gue bisa kuat juga karena itu.
Dan betapa seringnya gue berusaha mengecilkan masalah gue. Berusaha melihat dan merasakan kesedihan dan masalah orang lain yang lebih besar daripada gue. Supaya gue nggak membiarkan diri gue meratapi. Supaya gue malu merasakan kesedihan yang 'nggak ada apa-apanya' ini.
Sudah sedari awal gue juga belajar berhenti berharap. Nggak pernah lagi terpanjatkan doa dari mulut gue untuk mengembalikan segala yang telah direnggut-Nya. Gue pasrahkan semua milik gue kepada-Nya.
Tapi entah rasanya nggak cukup. Kalau memang ini sia-sia. Kalau memang semuanya nggak bisa kembali seperti awal. Lalu kenapa Allah membiarkan masalah ini stay di pikiran dan hati?
Harus apalagi? Kurang apalagi?
Ini melelahkan sekali jika tiba-tiba terbanting dan teringat seperti ini. Terjebak diantara mimpi yang sudah jelas sekali percuma. Diantara harapan yang nggak bisa lagi disebut asa.
Habis semuanya dibalut dalam doa. Bukan meminta, hanya sekedar mengadu saja, menangis di hadapan-Nya tanpa kata. Membiarkan hati yang berbicara.
Tidak pernah meminta lagi untuk bahagia. Sekedar hilangkan saja sakitnya. Hilangkan lelah yang meletihkan batin ini. 
Selebihnya doa ini terpanjatkan untuk dia dan keluarga. Simple, gue cuma mikir kalau gue memang belum bisa atau pantas untuk bahagia. Maka dengan melihat mereka bahagia, itu cukup jadi pemicu kebahagiaan gue.  InsyaAllah.


"Sakit dalam perjuangan itu hanya sementara. Bisa jadi Anda rasakan dalam semenit, sejam, sehari, atau setahun. Namun jika menyerah, rasa sakit itu akan terasa selamanya."
Lance Armstrong, Mantan Atlet Balap Sepeda AS

Beres. Tuntas. Kelar. Yipiiiieeeee!. Aye!

Satu lagi tanggal yang nggak akan gue lupa yaitu tanggal Rabu,10 Juli 2013. Bukan cuma karena tanggal itu hari pertama Ramadhan yak, di tanggal itu juga gue harus memperjuangkan gelar ST dengan melalui pertempuran dan serbuan pertanyaan dari para penguji. 
Sehari sebelum gue sidang gue selow banget -____- . Malahan nih ya malem sebelum sidang gue sempat makan diluar gara2 pengen makan enak haha. Tp jujur gara2 perasaan kayak gitu gue jadi takut. Takut jatuhnya meremehkan dan menyepelekan, masa iya mau sidang nggak ada euforia nervous atau takut atau panik atau apa kek. Ada sih deg-degan, sempat minta doa restu sana sini. Tapi gue lebih ke arah pasrah sih. Gue cuma mikir, "Just do your best Sher and let's God do the rest!". Tetep sih akhirnya gue prepare buat bertempur besok. Baca materi ulang dan belajar presentasi, sampai kering dah bibir hahaha.

Buku TA sok dikasih post-it, ceritanya biar gampang kalo pas sidang. Mana tau panik terus lupa halaman :)))
Sidang gue dijadwalkan jam 12.30, menjelang detik-detik itu baru deh ini jantung keroncongan berdendang nggak karuan bin deg-degan  >,< 
Sumpahhhhhh rasanya mau lari sprint keliling kampus, mau push up sambil ngangkat Agung Hercules *lebay*
Di waktu yang sudah mepet ini mulut gue nggak henti-hentinya berdoa, dzikir, shalawat, apapun deh asal hati gue tenang. Berkali-kali gue ngucap "Aku pasrah Allah, aku pasrah. I'll do my best Allah". Di detik inilah gue sadar, gue cuma manusia biasa, kecil banget, nggak ada kuasa apa-apa. Gimanapun gue berusaha, tetap ada variabel-variabel lain seperti suasana hati penguji dan atmosfer lingkungan yang diluar kuasa gue dan itu sepenuhnya kuasa Allah. Gue cuma bisa minta sama Dia lewat doa.
Sidang gue akhirnya dimulai sekitar jam 13.00, agak terlambat karena sebelumnya ruangan ini juga dipakai buat sidang yang tampaknya berlangsung alot. Gue bener-bener nggak mau tau dah kenapa itu sidang lama, takut mempengaruhi mood hahahaha.
Oke, jantung gue kalau bisa lari udah lari deh doi karena dipaksa terpompa cepat nggak karuan sementara pikiran gue berkeliaran kesana kemari, rasanya semua materi TA terbang melintang di ruangan. Gawat gue mulai mengkhayal :| :| :|
And here is... sidang Aprillia Sherly Kusuma Wardhani~

Alhamdulillah muka gue blur, karena gue yakin saat itu mulut gue lg mangap megap kasih jawaban :'|
Dih tangan gue ngetril :)))
Sesi tanya jawab berlangsung cukup lama, nggak tahu deh berapa lama, yakaleee gue sempat ngitung, cukup bisa sadar dan mempertahankan konsentrasi sampai akhir aja sukur banget. Malah sebenarnya karena saking capeknya pas penguji terakhir nanya gue sempat ngelamun dong, bengong bego :))))
Rasanya pengen bilang "Udahan dong Pak. Haus :(:(" hahahahha.
Tapi asli emang gue haus banget. Jawab pertanyaan mereka itu loh, masyaAllah menguras pikiran dan tenaga :|
Akhirnya saat si penguji terakhir bilang "Yak cukup"
Jantung gue rasanya langsung kayak nari hula-hula, bahagiaaaaa pisan. Padahal belum tahu hasil sidang apaan haha.
Sekitar 5 menit-an gue nunggu diluar, pas dipanggil masuk ya gue udah nggak perduli hasilnya apa. Gue yakinnya lulus aja, dapat ST aja haha. Mau tau nilai gue?. Please langsung contact gue aja :p :))

Fiuhhhhhhhhhh! Buahhhhhhhh!
Lega mak legaaaaaaaaaaaaa. Lega habis boker mah lewat! Jauhhhh! hahaha.
Nama belakang gue jadinya udah ada ST-nya dong. Yoi sarjana teknik informatika nyahahhaa. *maapin sombong dikit*
Padahal ada revisi sih waktu itu. Jadi gelar gue masih gelar bersyarat ihihihi *blush*
Kalau sekarang sih udah resmi, semuanya beres tuntas kelar!
Udah bisa jadinya dimana-mana nulis nama gini: Aprillia Sherly Kusuma Wardhani ,ST

#maapsombongdikit #sarjanabarunorak hahahhaa

Demikianlah, dengan telah terlaksananya sidang Tugas Akhir dan telah terkumpulnya revisi buku TA. Maka resmi lah gue mulai saat ini menjadi....pe-ngang-gu-ran T^T
Yes..i'm jobless guys :|
Welcome to the real world...
NOH NOH bukti fisik gue sarjana teknik informatika coy! NOH! *nyolot* hahahaha
Unforgetable moment with unforgetable peoples. Infinite thanks from deep of my heart to you guys :)






Jumat, 05 Juli 2013

Rindu: no matter what i do, it's always belongs to you

Halo, aku rindu. Ingin membagi bahagia ini bersamamu. Menghambur di pelukanmu. Tolong jangan hapus tangis itu. Ini euforia riangku, pembuktian kelegaanku. Ini yang aku mau. Aku semakin mengarah kesitu. Namun tanpamu.

Rabu, 05 Juni 2013


Our last chat. Long enough.
Campur aduk rasanya pas baca.
Sedih tentunya tapi juga semangat dan optimis.
 Terima kasih. Selamat melangkah juga, kamu.

I hope you're as happy as you're pretending..

Sejenak Menyapa, Sedikit Cerita

Sebulan saya nggak menulis disini ya. Padahal banyak janji kepada diri sendiri tiap ngapain gitu pasti dalem hati langsung bilang "Ntar gue tulis di blog ah". Nyatanya?
Aduh. Saya sama diri sendiri aja ingkar janji ya.
Gimana ya. Sebulan ini begitu luar biasa. Belum ada indah-indahnya sih. Saya juga udah nggak tau deh bahagia itu gimana. Kecuali keluarga dan pendidikan, saya belum menemukan lagi celah bahagia yang euforia-nya semarak PRJ.

Sebulan ini didominasi tanggungan (lebih halus daripada saya bilang beban -__- ) pikiran yang nggak jauh beda dengan sebelum-sebelumnya yaitu dia dan TA (sory nih biasanya saya males nyebut tuh dua kata, berhubung ini blog saya ya nggak papa lah yaa..). 

Eh bentar, dia?. HAHAHA.
Iya. Dia. Silakan ketawa.
Masih belum ada yang bisa menggoyahkan hati saya masalahnya. Saya nggak menutup hati apalagi menutup diri. Hanya menunggu yg Allah persiapkan datang menghampiri sembari saya berbenah diri.
Percaya deh, hati itu jujur. Kalau emang jatuh cinta ya jatuh cinta. Mau ditahan, mau ditutup dan mau dilawan kayak gimana juga yang namanya perasaan jatuh cinta itu kuat. Walaupun kita takut, walaupun kita ragu. Pasti ada rasa dimana hati dan jiwa kita nyaman berada ditempat yang memang dia inginkan. Sekali lagi saya nggak menutup hati, saya cuma menunggu. Saya pilih sendiri saja dulu. Karena sejujurnya mencoba-coba itu melelahkan pun memuakkan :)

Penghuni kedua pikiran adalah TA. Luar biasa. Saya kelimpungan dibuatnya. Tidur nggak karuan. Sakit kepala. Puyeng-puyeng stres gitu deh =_=
Liat kalender aja jadi sedih. Sensitif banget. Lagi dikejar deadline soalnya haha. Terhitung dari hari ini, saya punya waktu 2 minggu lagi buat daftar. Doain please! Siapapun yang baca tolong doain saya dipermudah dan sukses. Amin.
Soalnya saya sudah menyusun rencana jangka panjang untuk kelulusan saya. Kalau nggak tepat waktu alhasil bisa berantakan semua. Dan pastinya stres saya bakal berkepanjangan dan menjalar kemana-mana. Yah pokoknya doain ya. Optimis saya lagi berada di level tertinggi nih *nyengir*

Cukup singkat tapi dalam sebulan ini beberapa hal yang begitu unpredictable terjadi. Udah pasti hal-hal yang kayak gitu bikin bingung, kesal, lelah dan shock. Beberapa orang juga datang dan pergi bulan kemarin. Saya nggak sedih. Ini nggak ada apa-apanya. Semenjak saya kehilangan dia, buat saya kehilangan orang-orang lain selain keluarga dan sahabat tentunya, nggak begitu membuat saya terseret-seret kesedihan. Awalnya aneh dan kesal. Tapi semuanya berakhir dengan kata. "Ya sudahlah"

Selain itu, untuk pertama kalinya setelah sekian lama saya merasa begitu marah dengan seseorang. Tidak. Orang itu tidak melukai saya tapi melukai salah satu orang terpenting buat saya. Sudah lama terjadi tapi saya baru tahu. Sumpah saya rasanya mau memuntahkan segala kata-kata kebun binatang plus hutan belantara di depan dia. Menunjuk-nunjuknya dengan telunjuk saya tepat di depan mukanya!!
Tapi orang terpenting saya malah bilang sedikitpun dia tidak membencinya. Kemudian saya hanya bisa memeluknya, menenangkannya dan tanpa terasa saya menangis sambil mendekapnya. Saya juga nggak tahu kenapa. Tapi saya tiba-tiba merasa terluka. Saya juga baru tahu ini rasanya shock yang sesungguhnya. Saya hanya bisa berdoa semoga Allah masih menyisakan bahagia untuk orang terpenting saya ini didepan sana. Karena percayalah, siapapun yang beriman kepada-Nya masih dan selalu layak untuk bahagia :)


Saya dengan segala kegelisahan menjelang dua minggu yang tersisa,

 
Aprillia Sherly Kusuma Wardhani

Sabtu, 27 April 2013

14 April 2013

Halooo..harusnya postingan ini gue post 2 minggu yang lalu tapi apa daya gue sibuk luar biasa serta pelupa tiada tara, alhasil posting pun tertunda haha. Di postingan kali ini gue cuma mau cerita tentang ulang tahun gue yang ke 22 di tanggal 14 April kemarin :)
Jadi, untuk pertama kalinya gue ultah di Jogja karena kebetulan gue akan menghadiri nikahan temen sekelas, ya liburan berkedok kondangan gitu deh haha :p . Temen-temen seperjalanan gue juga pada capek dn keuangan mereka terbatas, karena itu gue maklum kalau nggak ada surprise apapun di hari itu :)
Dan gue disini mau berterima kasih kepada semua teman, sahabat dan keluarga yang sudah menyempatkan waktu dan menyisihkan sedikit space di otaknya untuk mengingat hari ultah seorang gue. Semoga gue juga bisa mengingat kalian lebih dari kalian mengingat gue. Terima kasih yaa *bighug* *cryinglikeariver* *ingusan*

Ini semua yang udah sempatin waktunya buat ngucapin lewat BBM :)
Sms dari Mami, Adek Ndutku Dody sayang, Sahabatku Nunuk Nugroho 
dan Ayah Ibu yang aku kangenin banget :)
Pengucap pertama tahun ini jatuh kepada:
Muhammad Arismanto, salah satu sahabat gue di D'Mifta :)
Kalau yang ini voicenote dari dua sahabat gue yang tampaknya pede banget sama suaranya.
Thank you so much Peki dan Umar *ketjupbacah* :))
Oya, makasih juga buat Mae, Nida, Kak Iyo, Tya dan Hapi yang udah ngucapin lewat sms. But, i received that message on my samsung phone and unfortunately that phone doesn't has a capture application so i can't printscreen their messages :(
Btw, ucapan favorit untuk ultah gue kali ini jatuh kepada:
Favorit ucapan Ultah untuk tahun ini berasal dari sahabat gue Hadiyan Hanafiah aka Hapi.
Motivasional banget! haha
Ada juga sahabat yang udah ngeluangin waktu lebih buat bikinin gue gambar dan editin foto, nih:
Ini dibuat oleh Arief Budi Santoso aka Vio :)
Kalau foto editan yang ngeselin ini dibuat oleh Sofian Wira aka Copi -___-
Dan banyak lagiiii berbagai ucapan lewat Line, WhatsApp, Twitter dan FB yang nggak bisa gue tampilkan satu persatu karena keterbatasan kerajinan gue haha
But, i still wanna say thank you from deep of my heart. Doa yang sama untuk doa-doa kalian buat gue :)
Btw, selain menerima berbagai ucapan dan voicenote yang sok imut :)), sepulangnya gue dari Jogja gue juga mendapat berbagai kejutan bertubi-tubi dari orang-orang tersayang dalam hidup gue :D:D
Bagaimana rasanya ya hidup tanpa kalian?
Gue mendapat kejutan dari kak Pais, Abang dan sahabat-sahabat D'Mifta gue *hug*
Kue buat aku lucu yaaa ihihik >.<
And then.. what should i say now?
I can't say anything except Alhamdulillah. I'm really blessed because Allah still give some people that i love to stay in my life. And it always make me realize that i'm not alone and they'll always there to caring and loving me.

I'm sorry if i'm too difficult to be understood all this time. Thank you because all of you are still willing to endure :)