Tampilkan postingan dengan label inspired. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspired. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Februari 2013

"La Takhaf Wa La Tahzan Innallaha Ma'ana"

Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih. Sesungguhnya Allah bersama kita

Sabtu, 05 Januari 2013

It's not enough to know how to ride. We must also know how to fall.

When we try to live life without fear, we aren't living.  And when we act as if we aren't fearful in this experience called life, we are lying.  We fear things in life because they hurt, because we've had a bad experience before, because we don't want to make mistakes, and because any number of reasons that are logical and illogical and all valid. Living life leads to blisters on our hearts, bruises on our souls, and holes in our spirits.  We stumble and fall because of our own mistakes.  We crash to the ground because we are pushed by others.  We may even find ourselves sitting in a pile of manure (yep, that happens when you ride horses, too).
We fall.  It's a rule of life.  If you're living, you will fall.  And when we fall, just fall.  Sit for a moment. Cry if you need to cry.  Be stunned and shocked if you need that, too.  Falling hurts much of the time, so be still and know.  Feel your bones and soul.  Let them heal if need be. Stretch to see what hurts and what doesn't.  Then, when you feel ready, take a deep breath.

And get up.  Your soul is waiting to ride the Holy Spirit.  She wants to soar and gallop with you in life.

So saddle up with fear, because she's there.  And saddle up with love and courage, because so are they.

And ride.  And fall.

In living life, it is not enough to know how to ride.  We must also know how to fall.


a truly inspiring writing from here , successfully touch me :)

Senin, 19 November 2012


take from http://www.facebook.com/micecartoon

Jumat, 09 November 2012

"Supaya kamu tidak berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu tidak terlalu gembira terhadap apa yg diberikan padamu" 
(QS. Al-Hadiid: 27)

semoga kesulitan ini dekat dengan kelapangan juga keikhlasan. Amin.

Kamis, 01 November 2012

Lost


Sabtu, 27 Oktober 2012

Filosofi wortel, telur dan kopi

Seorang wanita yang baru saja menikah, datang pada ibunya dan mengeluh soal tingkah laku suaminya.
Setelah pesta pernikahan, baru ia tahu karakter asli sang suami: keras kepala, suka bermalas-malasan, boros, dsb.
Wanita muda itu berharap orangtuanya ikut menyalahkan suaminya. Namun betapa kagetnya dia karena ternyata ibunya diam saja. Bahkan sang ibu kemudian malah masuk ke dapur, sementara putrinya terus bercerita dan mengikutinya.
Sang ibu lalu memasak air. Setelah sekian lama, air mendidih. Sang ibu menuangkan air panas mendidih itu ke dalam 3 gelas yang telah disiapkan.

Di gelas pertama ia masukkan TELUR.

Di gelas kedua, ia masukkan WORTEL.

Dan di gelas ketiga, ia masukkan KOPI.


Setelah menunggu beberapa saat, ia mengangkat isi ketiga gelas tadi, dan hasilnya:WORTEL yang KERAS menjadi LUNAK,
TELUR yang mudah PECAH menjadi KERAS,
dan KOPI menghasilkan aroma yang HARUM.

Lalu sang ibu menjelaskan:
“Nak, MASALAH DALAM HIDUP ITU BAGAIKAN AIR MENDIDIH. Namun, bagaimana sikap kitalah yang akan menentukan dampaknya.
Kita bisa menjadi:
Lembek seperti wortel.
Mengeras seperti telur.
Atau harum seperti kopi.


Jadi, wortel dan telur bukan mempengaruhi air…mereka malah berubah oleh air, sementara kopi malah mengubah air, membuatnya menjadi harum.”
Dalam tiap masalah, selalu tersimpan mutiara iman yang berharga. Sangat mudah untuk bersyukur saat keadaan baik-baik saja. Tapi apakah kita dapat tetap percaya saat pertolongan Tuhan seolah tidak kunjung datang?


Hari ini kita belajar ada 3 reaksi orang saat masalah datang

Ada yang menjadi lembek, suka mengeluh, dan mengasihani diri sendiri. 
Ada yang mengeras, marah dan berontak pada Tuhan. 
Ada juga yang justru semakin harum, menjadi semakin kuat dan percaya pada-NYA.

Ada kalanya Tuhan sengaja menunda pertolonganNYA. Apa tujuannya??? Agar kita belajar percaya dan setia! Karena tidak pernah ada masalah yang tidak bisa Tuhan selesaikan!


repost from: http://rifkhan.tumblr.com

Dosa yang lebih besar daripada Zina

Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaianya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam dukacita yang mencekam. Kerudungnya menagkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa hias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya.
Dia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s. Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan uluk salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam “Silakan masuk”. 
Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, “Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya" 
“Apakah dosamu wahai wanita ayu?” tanya Nabi Musa a.s. terkejut. “Saya takut mengatakannya.”jawab wanita cantik. “Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa.
Maka perempuan itupun terpatah bercerita, “Saya… telah berzina. “Kepala Nabi Musa terangkat,hatinya tersentak. 
Perempuan itu meneruskan, “Dari perzinaan itu saya pun… lantas hamil. Setelah anak itu lahir,langsung saya… cekik lehernya sampai… tewas,” ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya. 
Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik, “Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!”… teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.

Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau dibawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya.Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya.
Nabi Musa terperanjat. “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?” Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. “Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?”
“Ada!” jawab Jibril dengan tegas.
“Dosa apakah itu?” tanya Musa kian penasaran.
“Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina”.

Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.
Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya. 
(Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH Abdurrahman Arroisy)

Dalam hadis Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur’an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka’bah.

Rabu, 24 Oktober 2012


Kamis, 18 Oktober 2012


Ngakak maksimal hahaha
Anak muda jaman sekarang ckck :))