Selasa, 06 September 2016

Weekend kemarin gue menghadiri akad nikah seorang sahabat kesayangan gue. Semua berjalan dengan lancar. Gue bahkan sempat mengajak sahabat gue itu membuat video lucu2an untuk bikin dia lebih rileks menunggu ijab qabul.

Lalu datanglah momen dimana hati gue terasa sakit seperti diremas, tangis gue hampir pecah terisak2 saat sahabat gue itu pamit dn menyampaikan isi hatinya kepada kedua orang tuanya. Dia menahan tangis, suaranya bergetar, begitu juga kedua orang tuanya, bahkan papanya menangis.

Apa bakal seperti itu juga saat gue akad?

Gue tau gue akan akad tanpa sosok papah. 

Tanpa sosoknya yg akan jadi wali nikah gue.
Tanpa papah sayang yg ada disamping gue untuk gue peluk, untuk gue memohon ampun dan restu.
Tanpa beliau yg akan gue genggam tangannya sebelum beliau melepas gue untuk dijaga oleh pria yang beliau percaya.

Semua prosesi pernikahan gue akan terjadi tanpa papah. Satu-satunya anak perempuan papah ini akan menikah tanpa kehadiran papah pah..

Kangen papah pah. Lebih dari apapun. Demi apapun. Sampai kapanpun.

Kamis, 28 Juli 2016

Untuk Papah (11)

Selamat pagi papah sayang :)

Pah Allah baik banget ya emang.
Allah kabulkan doa lily pah.

Setalah berbulan-bulan pah akhirnya papah muncul di mimpi lily. Emg bukan muka papah tp suara papah, bener-bener jelas suara papah.

Bahagia.
Bahagia lily pah.
Ini mood booster banget 🙏🏻🎉😁
Yeaayyyy! Hihihi

Terima kasih ya pah sudah mengobati rasa kangen ini.
Terima kasih ya Allah semuanya nggak bakal ada tanpa seizin-Mu.

Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah ya Allah ☺️

Kamis, 14 Juli 2016

Papah..
Terima kasih sudah menjadi alasanku bersujud lebih lama untuk memanjat doa dan mengharap ikhlas.

@degadisya

Selasa, 12 Juli 2016

B u r u k

Ternyata ada yg lebih buruk daripada rasa sedih yaitu rasa kosong, hampa, biasa saja.

Tidak memahami hidup ini itu buruk tapi lebih buruk lagi tidak memahami diri sendiri.
Apa maumu, bagaimana perasaanmu, mau kamu apakan beberapa hal dalam hidupmu.

Ada lagi yg lebih buruk daripada sebuah kematian yaitu menjalani kehidupan tanpa punya harapan. Flat,  datar, semua terasa biasa.
You have life but not live.

Terasa sangat buruk ketika kamu pikir kamu di zona nyaman padahal sesungguhnya kamu hanya berlari dari kenyataan. Tidak mau menghadapi pilihan, tidak berani memutuskan, tidak tau apa yg kamu inginkan. Hanya diam (mungkin) hingga keadaan memaksamu untuk memutuskan. Menghadapkanmu pada persimpangan atau desakan tuntutan sekitar.

Sungguh ini buruk ketika kamu tetap hidup dan menjalani aktivitas begitu saja tanpa passion. Hanya karena semua itu kewajiban.
Kamu manusia atau robot?
Tidak ada bedanya kalo begini rasanya.

Jumat, 24 Juni 2016

What should i say pah?
I just miss you. I miss you so so so soooo mucchhhh pah.
And it's hurt.

Senin, 13 Juni 2016

Untuk Papah (10)

Ini sudah minggu kedua puasa pah.
Papah apa kabar?
Lily rindu sekali pah..
Mati-matian lily berusaha menekan rasa rindu ke papah supaya ga berlarut menjadi kesedihan, lily berusaha merangkum semuanya menjadi doa.

Oya pah..
Lily baru sembuh.
Bulan kmren lily sakit thypus pah dan maag, dua minggu lebih berusaha pulih. Maag lily tambah akut pah, obatnya udah naik kelas lg ke yg paling paten hehe
Perut lily menolak semua makanan kecuali bubur polos dn telor rebus pah. Tau kan gimana bencinya lily sama dua makanan itu?
Jadi pah setengah bulan itu perjuangan berat banget. Sekarang kalo liat bubur tambah eneg 😂😂

Kaget ya pah lily kena thypus?
Padahal nggak pernah ya hehe
Kata dokter pola makan dan hidup lily ga bener.
Terus lily inget2 deh beberapa bulan kebelakang gimana pola hidup lily.

Lily akui lily stres pah.. Lily sangat amat terpukul atas kehilangan papah. Kadang merasa sangat sedih, marah, menyesal dan merasa bersalah campur jadi satu.

1-2 bulan awal papah nggak ada lily hampir nangis tiap malam, mata bengkak, butuh kompres tiap pagi, tapi sampai dikantor harus senyum dan keliatan happy. Palsu tapi itu namanya Profesional kan pah. Lagian lily baru disini, siapa yg mau perduli dan maklum kalau lily sedih dn terpukul. Lily ga boleh kasih kesan pertama yg jelek lagian soal sosok lily.

Setiap hari pah lily lari dn menumpahkan semuanya ke pekerjaan, pulang malam supaya sampai kos tinggal tidur. Supaya ga ada momen inget2 sebelum tidur dan mewek lagi ga karuan. Yg missing adalah soal jam makan, kebiasaan lily emang kalo stres jadi jarang makan, kalo belum kelar kerjaan nggak mau makan.

Terakhir kemarin waktu tanggal 12-13 april lily ke makam papah itu level stres lily lg bener2 tinggi. Ada beberapa hal terjadi terkait keluarga kita, terutama hidup lily, membuat lily benar2 limbung pah, lily hilang arah dan merasa sangat jatuh. Lily butuh papah. Tapi bahkan saat sudah di makam papah lily nggak sanggup bilang apa2 kecuali nangis.
Dibulan2 ini juga lily mulai sering kebangun setiap tidur.
Momen ini adalah saat dimana lily merasa benar2 sendirian, nggak punya siapa2 lagi kecuali Allah.
Buat apa pah lily cerita, berkeluh kesah kalo pada akhirnya itu hanya menjadi cara mereka untuk menghakimi dan pada akhirnya ga memahami apa yg lily hadapi. Percuma kan pah. 
Entah kenapa lebih terasa nyaman menyimpan semua ini sendirian. Seenggaknya ga akan ada rasa sakit karena berharap orang lain bakal perduli dan memahami. Lebih baik begini pah rasanya..

Kesimpulannya pah segala stres yg berujung jam makan dan pola tidur yg berantakan ini buat lily sakit secara fisik.
Tp sebenarnya ini semua berasal dari pikiran dan perasaan lily. Itu yg harus lily obati.
Sakit kemarin buat lily ngerepotin beberapa orang pah. Hal yg paling lily benci, bergantung dan merepotkan orang lain.
Karena itu pah lily nggak mau sakit lagi.
Lily juga tau papah nggak suka liat anak perempuannya ini lemah dan payah.

Mami dan keluarga samarinda nggak tau lily sakit pah kmren. Tapi itu lebih baik pah. Nggak ada manfaatnya lily nambah2in pikiran orang rumah kan.

Lily menyadari sembuhnya pikiran dan perasaan ini cuma satu pah caranya, mendekatkan diri kepadaNya.
Cuma Allah pah yg bisa membolak balikkan hati ini.
Lily mau berhenti pah memikirkan dan menjalani semua hal yg menyakiti lily. Lily mau menyudahi pah segala hal yg membuat lily merasa tidak penting dan terluka.

Lily mau 'sembuh' pah. Lily mau 'normal' lagi seperti dulu.
Lily nggak mau buat papah sedih..

Sayang sekali sama papah pah.



Senin, 23 Mei 2016

Lelah

terkadang kau merasa begitu lelah untuk merasa lelah, bukan karena harimu yang tak berwarna bunga, ataupun sepanjang hari yang membuat tubuhmu berkeringat. hingga kau ingin sekali terlelap begitu saja, tanpa perlu mengeja ingatan.


tak jarang kau ingin sekali melukis malam, dengan nyanyian para malaikat; menyerukan namaNya dan berharap lelahmu mereda. namun tak jarang, langkahmu begitu erat menggenggam dunia, hingga melupa ini hanyalah jalan menuju apa yang kelak kekal.


kau tahu, bukan mereka yang kerap membuatmu tak bernyawa; tapi ialah dirimu sendiri yang memaksakan pelangi tiba dengan banyak pagi di kepala, meski kau tahu, bukan kau yang dijadikan pulang sejak awal.


kau ingin sekali membiarkan lidah berfungsi sempurna, atau bahkan membiarkan musim membawa luka hingga ujung dunia; agar pelukan lebih mudah direntangkan siapa saja, atau setidaknya, kau diberikan telinga untuk sekali saja. namun kau begitu merasa lelah, sebab tak sedikit yang hanya memberikan banyak muka dan bukan karena peduli kau hampir sekarat.


untuk detik yang banyak berkorban atas nama pelajaran; kau membiasakan luka dan membahasakan diam. tak sedikit yang menggoreskan belati hingga isi kepalamu keluar, atau bahkan kau membungkam kecewa dengan banyak pemakluman; bahwa kesalahan, yang menjadikan siapa saja manusia. namun kau lupa, sayang; kau pun hanyalah manusia, yang bisa terdarah dengan pisau yang menancap di dada. barangkali kau ingin sekali menenggelamkan malam dan menyerukan segala kesakitan, agar mereka tak lagi membuat kakimu patah untuk kesekian kalinya; namun kau merasa begitu lelah, bahkan hanya untuk berkata tidak.


kau memilih diam, dan membiarkan segala; sebab lelah sudah hilang makna, entah sejak kapan.


-iit sibarani

Selasa, 17 Mei 2016

Enam bulan.
Belum sanggup menghilangkan rindu akan sebuah pelukan dan pertemuan.

Al-fatihah..

I miss you. 
With all my heart.

Kamis, 12 Mei 2016

WS RENDRA

Puisi terakhir WS Rendra
beliau buat sesaat sebelum beliau wafat

                                
Hidup itu seperti UAP, yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !! 
Ketika Orang memuji MILIKKU,
aku berkata bahwa ini HANYA TITIPAN saja.

Bahwa mobilku adalah titipan-NYA,
Bahwa rumahku adalah titipan-NYA,
Bahwa hartaku adalah titipan-NYA,
Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-NYA ...

Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,
MENGAPA DIA menitipkannya kepadaku?
UNTUK APA DIA menitipkan semuanya kepadaku.

Dan kalau bukan milikku, 
apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-NYA ini?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-NYA?

Malahan ketika diminta kembali,
_kusebut itu_ MUSIBAH,
_kusebut itu_  UJIAN,
_kusebut itu_  PETAKA,
_kusebut itu apa saja ..._

Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah DERITA

Ketika aku berdo'a, 
kuminta titipan yang cocok dengan
KEBUTUHAN DUNIAWI, 
_Aku ingin lebih banyak_  HARTA,
_Aku ingin lebih banyak_  MOBIL,
_Aku ingin lebih banyak_  RUMAH,
_Aku ingin lebih banyak_ POPULARITAS,

_Dan kutolak_  SAKIT,
_Kutolak KEMISKINAN_,

Seolah semua DERITA adalah hukuman bagiku.

Seolah KEADILAN dan KASIH-NYA,  
harus berjalan seperti penyelesaian matematika 
dan sesuai dengan kehendakku. 

Aku rajin beribadah, 
maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,
Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku ...

Betapa curangnya aku,
Kuperlakukan DIA seolah _Mitra   Dagang_ ku 
dan bukan sebagai KEKASIH!

Kuminta DIA membalas _perlakuan baikku_ 
dan menolak keputusan-NYA yang tidak sesuai dengan keinginanku ...

_Duh ALLAH ..._

Padahal setiap hari kuucapkan,
_Hidup dan Matiku, Hanyalah untuk-MU ya ALLAH, AMPUNI AKU, YA ALLAH ..._

Mulai hari ini, 
ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur 
dalam setiap keadaan 
dan menjadi bijaksana, 
mau menuruti kehendakMU saja ya ALLAH ...

Sebab aku yakin
ENGKAU akan memberikan anugerah dalam hidupku ...
KEHENDAKMU adalah yang ter BAIK bagiku ..

Ketika aku ingin hidup KAYA, 
aku lupa, 
bahwa HIDUP itu sendiri 
adalah sebuah KEKAYAAN.

Ketika aku berat utk MEMBERI,
aku lupa, 
bahwa SEMUA yang aku miliki
juga adalah PEMBERIAN.

Ketika aku ingin jadi yang TERKUAT, 
aku lupa, 
bahwa dalam KELEMAHAN,
Tuhan memberikan aku KEKUATAN.

Ketika aku takut RUGI,
Aku lupa,
bahwa HIDUPKU adalah 
sebuah KEBERUNTUNGAN,
kerana AnugerahNYA.

Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu BERSYUKUR kepadaNYA

Bukan karena hari ini INDAH
kita BAHAGIA. 
Tetapi karena kita BAHAGIA,
maka hari ini menjadi INDAH.

Bukan karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS. 
Tetapi karena kita optimis, RINTANGAN akan menjadi tak terasa.

Bukan karena MUDAH kita YAKIN BISA,
Tetapi karena kita YAKIN BISA!
semuanya menjadi *MUDAH*.

Bukan karena semua BAIK kita TERSENYUM. 
Tetapi karena kita TERSENYUM, maka semua menjadi BAIK,

Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT

Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar, 
cukuplah menjadi JALAN SETAPAK yang dapat dilalui orang.

Bila kita tidak dapat menjadi matahari, 
cukuplah menjadi LENTERA yang dapat menerangi sekitar kita.

Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang, 
maka BERDOALAH untuk kebaikan

Kamis, 28 April 2016

La tahzan Innallaha Ma'ana

Ketika hatimu begitu hancur karena kehilangan.
Biarkan Allah yg tunjukkan jalan.

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS. At Taghabun : 12)

Merasa begitu pasrah dan lelah.
Merasa begitu sendiri menghadapi semua ini.
Percayalah Allah selalu perduli.

“Ketahuilah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat” (QS. Al Baqarah : 214)

Pernah berada di masa tidak menerima. 
Kemarahan yg kadang datang tiba2, marah yg tidak bertuju. Mempertanyakan banyak hal.
Bertanya kenapa dan kenapa yang tidak ada ujungnya.
Aku tau aku kurang bersabar. 
Aku tergesa-gesa karena begitu capeknya.
Aku lupa untuk berbaik sangka kepadaNya.

“Dan Rabb-mu tidaklah menzhalimi seorangpun” (QS. Al Kahfi : 49)

Aku pasrah.
Kuserahkan hati yang lelah dan batin yang merasa tak terarah ini Allah.
Karena aku percaya.
Aku percaya terhadap semua yg Allah tuliskan, Allah berikan. Aku percaya. Aku akan percaya. Selalu percaya.

“(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput darimu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu” (QS. Al Hadid : 23)

“Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat” (QS. Al Hjir : 56)

Jangan tinggalkan aku ya Allah.
Arahkan aku. Temani hambaMu ini.
Aku mohon sepenuh hati.

La tahzan Innalaha Ma'ana..